Valentine Syar’i

http://www.masgusti.wordpress.com

Happy Valentine! Itulah kalimat yang acap kali kita dengar dari lisan remaja-remaja ketika memasuki bulan Februari tepatnya pada tanggal 14. Namanya juga kehidupan pasti ada yang pro dan kontra agar hidup ini menjadi lebih hidup dan berwarna. Ada banyak versi  mengenai kisah Valentine atau asal muasal nama Valentine itu digunakan.

Salah satu versi menyebutkan bahwa Valentine diambil dari seorang pendeta yang bernama Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II. Dahulu, Santo Valentinus secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II. Pasalnya, Kaisar menganggap bahwa seorang pemuda yang belum menikah akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang professional.

 Namun Santo Valentinus tidak setuju dengan peraturan tersebut dan secara diam-diam menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah pernikahan. Lambat laun aksi yang dilakukan Santo Valentinus tercium oleh Kaisar Claudius II yang mengakibatkan ia ditangkap dan dimasukkan ke penjara sampai akhirnya dihukum mati. Selama menjalani masa hukuman di penjara, ia jatuh hati kepada anak gadis sipir penjara.

Gadis yang dicintainya senantiasa selalu setia untuk menjenguk Valentinus di penjara. Tragisnya, sebelum ajal tiba Valentinus sempat meninggalkan pesan berbentuk sepucuk surat untuk gadis itu. Tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya diakhir surat dan menjadi populer hingga saat ini yaitu “From Your Valentine”.

Mengenai tanggal 14 Februari yang setiap tahunnya dirayakan sebagi hari Valentine,  tenyata menyimpan ketidakjelasan karena kematian Santo Valentinus tidak ada yang mengetahui pasti tepat pada tanggal itu. Jauh sebelum itu, setiap tanggal 15 Februari masyarakat Romawi melakukan tradisi perayaan Lupercalia untuk menghormati dewa kesuburan dan hutan yang bernama Faunus. Tradisinya, seekor anjing dan dua ekor kambing disembelih kemudian kulitnya digunakan sebagai busana para pendeta. Setelah itu, para pendeta akan berkeliling kota dan para gadis akan menghampiri mereka untuk dipecut. Konon, pecutan ini dapat menjaga kesuburan perempuan. Untuk mengalihkan tradisi politheisme ini, Paus Gelasius I meresmikan tanggal 14 Februari sebagai jamuan bernama St.Valentine Day.

Jika kita melihat sejarah Valentinus diatas, maka pemikiran kita tidak akan sinis lagi terhadap kelompok yang pro atau yang selalu merayakan hari Valentine setiap tahun. Mengingat jasanya yang telah mengorbankan nyawanya demi mempersatukan cinta pasangan muda melalui sebuah ikatan pernikahan. Perbuatan yang dilakukan Valentinus sesuai dengan ajaran Islam yang tertera di dalam Qur’an yaitu :

يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (al Hujurat: 13).

ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (ar Rum: 21).

 

Dan juga hadits :

عن عبد الله بن مسعود رضي الله تعال عنه قال: قال لنا رسول الله صلّى الله عليه وسلم : يامعشرالشّباب من الستطاع منكم الباءة فليتزوّج فإنّه أغضّ للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصّوم فإنّه له وجاءٌ. (متّفق عليه)

Dari Abdillah bin Mas’ud R.A, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: “Wahai golongan pemuda, barang siapa diantara kamu telah mampu berumah tangga maka kawinlah, karena kawin lebih bisa menundukkan pandangan dan menjaga farji (kemaluan). Dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia berpuasa, karena yang demikian itu dapat mengurangi syahwat”. (HR. Muttafaq Alaih) 

Jelas bahwa tindakan Santo Valentinus tidak menentang syariat Allah SWT karena cinta adalah kodrat setiap manusia bahkan semua makhluk yang terdapat di alam semesta ini. Allah menciptakan kita berbeda dan berpasang-pasangan agar kita saling mengenal dan memakmurkan kehidupan di dunia ini bersama-sama. Dengan adanya perayaan Valentine, seseorang yang biasanya muram sendirian di kamar akan tertarik ketika diajak ke pesta yang  membuatnya merasa nyaman. Karena hakikat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.

 Jadi, kenapa kita harus memusuhi orang-orang yang merayakan Valentine? Bahkan sebagian ada yang mengatakan perayaan Valentine adalah haram bagi umat muslim karena dianggap sebagai misi kristenisasi yang dibungkus rapi agar para remaja tergiur untuk mengikutinya. Tetapi ironisnya, pihak gereja membantah bahwa itu semua tidak ada hubungannya dengan agama mereka. Terlebih mereka mengatakan itu hanyalah tradisi Barat yang menganut kapitalisme.

Seiring dengan perkembangan zaman, perayaan Valentine telah banyak mengalami pergeseran nilai dan cenderung hanya memperturutkan hawa nafsu belaka. Betapa tidak, sepasang remaja sudah biasa melakukan hubungan suami istri ketika perayaan Valentine. Semua pebisnis berlomba-lomba menggaet konsumen sebanyak-banyaknya lewat souvenir atau atribut-atribut Valentine, seperti coklat, bunga dan kartu ucapan. Media elektronik pun tidak ingin kalah, mereka menghipnotis pemirsa terutama remaja dengan film-film percintaan. Generasi muda yang menjadi tumpuan bangsa kini dicekoki dengan kebiasaan hidup hedonis. Yang ada di dalam otak mereka hanyalah hidup bersenang-senang, tidak peduli tindakan mereka berlebihan atau tidak. Qur’an menyinggung :

وآت ذا القربى حقه والمسكين وابن السبيل ولا تبذر تبذيرا. إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين وكان الشيطان لربه كفورا.

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (al Isra’: 26-27).

Idealnya, momen perayaan Valentine kita gunakan sebagai ajang silaturahim antar umat beragama yang selalu bertolak belakang dan terkesan tidak pernah akur. Dengan adanya pertemuan seperti ini, akan membuat hidup setiap pemeluk agama semakin nyaman dan damai. Seyogyanya kita memandang segala persoalan dari berbagai sudut, agar objek yang kita lihat tidak bias dan menimbulkan salah persepsi. Selamat merayakan hari Valentine, from your Valentine.