mas Gusti

S

alah satu bangunan yang menjadi simbol umat Islam adalah masjid, tetapi belakangan ini tempat tersebut tidak diminati oleh sebagian besar generasi muda muslim itu sendiri. Mereka lebih senang datang ke bioskop, klub malam dan tempat-tempat lain yang menurut mereka lebih asyik untuk dikunjungi. Di masjid, tidak ada yang menarik hati para remaja melainkan hanya dogma-dogma yang membuat mereka bosan.

Masjid terbagi menjadi dua yaitu berdasarkan dzohir dan bathin, secara bathin masjid dapat diartikan sebuah tempat dimana seorang muslim bisa melakukan sujud atau sholat asalkan menghadap kiblat sedangkan secara dzohir masjid berarti sebuah bangunan yang memiliki atap sehingga orang yang berada di dalamya merasa nyaman dan tempat interaksi sosial seluruh umat manusia, karena memang fitrah manusia sebagai homo homini socius.

Banyak yang berpendapat bahwa masjid dibangun hanya untuk umat muslim dan lebih parahnya lagi bangunan itu didirikan hanya untuk ibadah saja seperti sholat. Tempat itu sangat sakral sehingga tidak ada kegiatan lain di dalamnya dan umat non-muslim dilarang masuk. Karena menurut mereka umat non-muslim itu najis bila masuk masjid. Masyaالله

Disadari atau tidak pikiran kita telah diracuni oleh yahudisme dan memandang hanya kelompok kita saja yang paling benar sementara golongan lain rendah tak ada nilainya. Umat non-mulim yang bertaqwa dan konsisten pada ajaran agamanya adalah lebih baik daripada umat muslim yang tidak konsisten terhadap ajaran Allah SWT dan agama hanya sebuah formalitas belaka. Quran menyinggungnya dalam ayat     :

   يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di hadapan Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (al Hujurat:13).

Bangunan masjid seyogyanya dijadikan pusat kegiatan interaksi sosial seluruh umat yang berdampak positif, tidak melulu hanya untuk sholat dan siapa pun boleh masuk ke dalamnya. Ajang curhat bagi muda-mudi yang sedang meraba-raba jati diri dan sedang dimabuk asmara. Secara psikis, jika muda-mudi dilarang berduaan di masjid maka secara tidak langsung kita menyuruh mereka melakukannya di luar masjid yaitu di bioskop, klub malam dan di sudut-sudut tempat yang sepi seperti kampus misalnya.

Akan lebih baik jika kita mengarahkan mereka untuk berduaan atau kencan di masjid, saya yakin mereka tidak akan berbuat macam-macam seperti berciuman misalnya atau yang lebih parah lagi karena mereka berpikir tidak etis melakukannya di masjid sehingga lama namun pasti mereka akan sadar dengan sendirinya. Kemudian kita dapat membuat kelompok yang mengedepankan kepentingan umum dan menyelesaikan semua masalah kehidupan dengan musyawarah atau lebih keren dikenal dengan ngerumpi.

Jika sudah sedemikian rupa maka tidak menutup kemungkinan generasi muda akan banyak meluangkan waktu di masjid dan terhindar dari jurang kemaksiatan. Hal ini tentu tidak mudah dicapai karena pasti kelompok-kelompok Islam fanatisme sempit akan menjadi batu kerikil yang menghalangi citi-cita tersebut.

Semua kembali kepada kita sebagai umat muslim, masjid sebagai tempat umum untuk interaksi sosial seluruh umat yang di dalamnya terdapat ketaqwaan kepada Allah SWT atau sebagai tempat ibadah kaum muslim saja sehingga ditinggalkan oleh generasi muda dan bangunan itu lebih mirip seperti WC dimana kita masuk hanya seperlunya saja setelah itu keluar lagi serta tidak ada interaksi sosial di dalamnya.